SCAI Gelar Pemilihan Top 10 Cup of Excellence 2021

21 May 2022

SPECIALTY Coffee Association of Indonesia (SCAI) menggelar pemilihan Top 10 Cup of Excellence (COE) 2021 yang berlangsung di Sky Nine Coffee BSD, Minggu (12/12).

 

Pada kesempatan ini, tiga orang juri yang berasal dari Indonesia yakni Laila Dimyati, Rani Kartika, dan Shirley Wirawan, memilih 10 kopi terbaik dari ratusan kopi yang mengikuti kompetisi COE 2021.

 

"Ada sekitar 159 kopi dari seluruh indonesia yang dikirim ke COE, kita kurasi, kita nilai dari 159 ke 36, lalu ke top 10," tutur Daryanto Witarsa selaku Ketua Umum SCAI pada Merah Putih.

 

Para juri melakukan sejumlah penilaian pada 10 kopi terbaik di Cup of Excellence 2021. (Foto: Mp/Andhika Hutama Putra)

 

Adapun penilaian yang dilakukan melihat empat aspek penting yakni Clean, Acidity, Body, Sweet, dan Balance. Daryanto menambahkan, setelah penjurian ada 34 kopi terbaik akan dikirim ke luar negeri untuk dinilai oleh juri internasional.

 

Setelah melalui penilaian dari juri internasional, akan ada pelelangan untuk kopi terbaik. Terhitung ada lebih dari 100 pembeli yang mendaftar dari berbagai negara. Termasuk dari Jepang, Korea, Australia, Amerika dan sejumlah negara Eropa.

 

"Akan dilelang secara internasional tanggal 27 Januari 2022 secara online serentak di seluruh dunia, itu ada lebih dari 100 pembeli yang sudah mendaftar," ujar Michael Utama, Wakil Ketua SCAI.

 

Kopi yang masuk lelang COE adalah dengan nilai 87 ke atas, sementara yang mendapatkan poin 85-86,99 masuk lelang national winner. Keduanya adalah lelang online yang diselenggarakan oleh Alliance for Coffee Excellence (ACE)

 

COE digelar agar industri kopi Indonesia semakin berkembang dan berkualitas (Foto: Mp/Andhika Hutama Putra)

 

Daryanto mengatakan tujuan digelarnya COE agar industri kopi Indonesia semakin berkembang dan berkualitas. "Di mana ada sebuah kompetisi, pasti ada keterlibatan dengan orang bisa saling kompetisi, ada menang dan kalah, adanya COE ini bisa memebuat industri kopi di Indonesia lebih kompetitif, dan semakin berkualitas," tuturnya.

 

Menurut Daryanto, digelarnya event ini merupakan salah satu bentuk dukungan SCAI pada industri kopi dari hulu ke hilir. "Seperti halnya Indonesia Coffee Event (ICE) yang punya linsensi, Cup of Excellence (COE) juga punya lisensi, dan kita sudah beli lisensinya, tujuannya agar para petani kopi bisa turut berkompetisi, dan berkibar di kancah dunia," jelasnya.

 

Cup of Excellence rencananya akan digelar setiap tahun (foto: Mp/Andhika Hutama Putra)

 

Linsensi tersebut didapat oleh SCAI dari Amerika, setelah melalui sejumlah tahapan, seperti audit dan penilaian lainnya. Salah satu syarat yang boleh mendapat lisensi tersebut, yakni negara produsen kopi, Indonesia salah satunya.

 

Adapun negara-negara lain yang juga menggelar COE di antaranya yakni Brasil, Colombia, Peru, dan Ekuador. Menariknya, Indonesia merupakan negara pertama di Asia yang ikut.

Daryanto berharap COE bisa digelar setiap tahunnya. Karena kompetisi ini membuat para petani kopi menjadi lebih bergairah, lebih giat, dan lebih diakui dunia. (Ryn)

Adapun 36 daftar kopi terbaik di SCAI akan diumumkan pada 17 Desember 2021. Para pemenang kompetisi tersebut akan mendapat sejumlah keuntungan menarik.

Related News